Israel Peringati Tiga Tahun Serangan 7 Oktober

TELU AVIV — Israel pada Rabu (7/10) menandai tiga tahun serangan mematikan kelompok Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan memicu per

Israel Peringati Tiga Tahun Serangan 7 Oktober

TELU AVIV — Israel pada Rabu (7/10) menandai tiga tahun serangan mematikan kelompok Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan memicu perang panjang di Jalur Gaza. Peringatan berlangsung dalam suasana haru sekaligus tegang: upacara penghormatan diam digelar di lokasi-lokasi yang menjadi saksi bisu serangan, sementara gempuran udara Israel dilaporkan kembali menghantam wilayah Gaza meski sebuah perjanjian gencatan senjata seharusnya masih berlaku.

Keluarga korban, penyintas, dan warga berkumpul di area Festival Nova dan di Kibbutz Kfar Aza — dua titik yang menjadi simbol kebrutalan serangan tersebut. Di Nova, ratusan orang berdiri dalam keheningan mengenang para peserta pesta musik yang dibantai atau disandera ketika serangan terjadi. Di Kfar Aza, warga kibbutz menggelar doa bersama di reruntuhan rumah-rumah yang hancur tiga tahun lalu.

Upacara di Tengah Debat Politik yang Memanas

Peringatan ini tidak berlangsung dalam keheningan politik. Justru sebaliknya, isu 7 Oktober dan penanganan perang Gaza kembali menjadi bahan perdebatan sengit di ruang publik Israel, mengingat negara itu dijadwalkan segera menggelar pemilihan umum. Partai-partai politik saling menuduh telah gagal menjaga keselamatan warga, baik pada malam tragis tiga tahun lalu maupun dalam penanganan konflik berkepanjangan sesudahnya.

"Tiga tahun berlalu, tetapi luka itu belum sembuh. Yang kami tuntut bukan janji politik, melainkan kepastian bahwa tragedi seperti ini tidak akan pernah terulang."

Para keluarga korban secara konsisten menekankan bahwa momentum politik tidak boleh menutupi tanggung jawab negara. Banyak di antara mereka yang kecewa karena proses hukum dan pertanggungjawaban dinilai berjalan lambat, sementara para politisi lebih sibuk menyiapkan kampanye menjelang pemilu.

Gaza Diklaim Masih Dibombardir

Situasi di Jalur Gaza menambah ironi peringatan kali ini. Pihak berwenang Gaza menyatakan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya lima orang dalam penggempuran terbaru, meski sebuah perjanjian gencatan senjata berusia satu tahun secara teknis seharusnya melarang aksi militer semacam itu. Laporan tersebut langsung memicu pertanyaan keras tentang masa depan kesepakatan damai yang rapuh itu.

Belum ada pernyataan resmi dari militer Israel yang mengonfirmasi atau membantah klaim pihak berwenang Gaza tersebut secara rinci. Namun, insiden ini memperkuah kekhawatiran kalangan pengamat bahwa gencatan senjata perlahan tergerus oleh ketidakpercayaan mendalam antara kedua belah pihak.

  • Lebih dari 1.200 orang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober lalu, mayoritas warga sipil.
  • Ratusan orang disandera saat serangan, dan nasib sebagian di antaranya masih belum pasti.
  • Setidaknya lima orang dilaporkan tewas dalam serangan udara terbaru di Gaza.
  • Pemilihan umum Israel semakin dekat, menjadikan isu keamanan sebagai isu sentral kampanye.

Peringatan dengan Makna Ganda

Bagi Israel, 7 Oktober bukan sekadar tanggal dalam kalender, melainkan simbol kegagalan keamanan terbesar dalam sejarah negara itu. Bagi warga Gaza, angka korban yang terus bertambah menjadi pengingat pahit bahwa penderitaan sipil belum berakhir meski dunia telah lama menyerukan gencatan senjata.

Di balik upacara-upacara penghormatan yang khidmat, tersembunyi kegelisahan yang sama: apakah perdamaian benar-benar bisa diwujudkan, atau konflik ini hanya menunggu ledakan berikutnya?

Ketika para politisi Israel bersiap menghadapi pemilihan, keluarga korban hanya menuntut satu hal sederhana: bahwa kematian ribuan orang tidak berakhir sia-sia. Sementara itu, jalanan Gaza masih dipenuhi puing dan ratapan, menjadi bukti bahwa tiga tahun setelah 7 Oktober, perdamaian tetap menjadi harapan yang jauh dari kenyataan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User