WHO Minta Rusia Ungkap Kasus Wabah Pneumonia di Siberia
JENewa/ORSK, Rusia — Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (20/11) menyatakan pihaknya masih belum mengetahui penyebab kematian seorang pekerja laboratoriu
JENewa/ORSK, Rusia — Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (20/11) menyatakan pihaknya masih belum mengetahui penyebab kematian seorang pekerja laboratorium di Siberia yang meninggal diduga terinfeksi pneumonic plague, bentuk paling mematikan dari penyakit pes. Kasus ini memicu kekhawatiran global karena Rusia dilaporkan menutup sebagian kota di wilayah tersebut, sementara otoritas setempat membantah adanya wabah.
Dalam konferensi pers di Jenewa, pejabat tinggi WHO menegaskan bahwa organisasinya meminta pemerintah Rusia segera memberikan rincian lengkap, termasuk hasil laboratorium, laporan epidemiologi, dan status kontak dekat korban. WHO menilai transparansi data sangat krusial untuk mencegah penyebaran lintas batas.
Kronologi Kasus yang Menggemparkan Siberia
Berikut rangkaian kejadian berdasarkan informasi yang beredar sejak kasus ini mencuat ke publik:
- Laporan kematian pekerja laboratorium — Seorang pekerja di pusat riset kesehatan di kota tunggu kota Orsk, wilayah Ural, dilaporkan meninggal setelah menangani sampel diduga membawa bakteri Yersinia pestis, kuman penyebab penyakit pes.
- Diduga terpapar pneumonic plague — Bentuk pes ini menyerang paru-paru dan dapat menular antarmanusia lewat droplet, sehingga WHO menyebutnya "paling berbahaya" dibanding bentuk bubonik yang menular lewat gigitan kutu.
- Rusia menutup sebagian kota — Otoritas setempat dilaporkan memberlakukan karantina dan menutup sejumlah fasilitas umum di kawasan terdampak sebagai langkah antisipasi, meski resmi dibantah sebagai respons terhadap wabah.
- WHO mendesak transparansi — Badan kesehatan PBB meminta Rusia menyampaikan data resmi terkait hasil uji laboratorium, sumber paparan, dan pelacakan kontak dekat korban.
- Kekhawatiran global membesar — Media internasional mengangkat kasus ini, sementara para ahli epidemiologi menekankan bahwa pes masih endemik di sejumlah wilayah dunia dan tetap menjadi ancaman nyata.
Permintaan Resmi WHO kepada Moskow
"Kami belum mengetahui bagaimana pekerja laboratorium itu meninggal. Kami mendesak Rusia memberikan informasi lebih lanjut mengenai kasus ini," ujar pejabat tinggi WHO dalam pernyataan yang disiarkan Rabu.
WHO menegaskan belum dapat memastikan apakah kematian tersebut benar-benar disebabkan pneumonic plague, karena belum menerima dokumentasi laboratorium yang komprehensif dari pihak berwenang Rusia. Tanpa data tersebut, kata WHO, sulit bagi komunitas internasional menilai tingkat risiko sebenarnya.
Pneumonic plague termasuk penyakit dengan potensi epidemi tinggi. Gejalanya berupa demam tinggi, batuk berdarah, dan sesak napas. Bila tidak ditangani dengan antibiotik tepat waktu, tingkat kematian bisa mencapai hampir 100 persen. Virus ini dapat menyebar sangat cepat di area padat penduduk.
Rusia Bantah Ada Wabah
Pemerintah Rusia membantah adanya wabah dan menyatakan langkah penutupan kota bersifat preventif. Namun, bantahan tersebut justru memunculkan skeptisisme di kalangan ahli kesehatan masyarakat. Sejumlah ilmuwan menilai penutupan fasilitas publik tidak akan dilakukan jika benar-benar tidak ada risiko nyata.
Sejarah mencatat bahwa wabah pes pernah membunuh jutaan orang di Eropa pada Abad Pertengahan. Hingga kini, WHO mencatat sekitar 1.000 hingga 2.000 kasus pes dilaporkan setiap tahun secara global, sebagian besar dari Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Langkah yang Diminta WHO
- Penyampaian hasil laboratorium resmi terkait kematian pekerja tersebut.
- Pelacakan menyeluruh terhadap kontak dekat korban selama 7 hari terakhir.
- Publikasi data epidemiologi untuk menilai risiko penyebaran internasional.
- Koordinasi lintas batas dengan negara tetangga guna pencegahan dini.
Kasus ini kembali mengingatkan dunia bahwa ancaman penyakit menular tidak pernah benar-benar hilang. WHO menegaskan siap membantu Rusia melakukan investigasi epidemiologi bila diminta. Komunitas internasional kini menunggu klarifikasi resmi dari Moskow dalam waktu dekat.
Comments (0)