London — Polisi Sita Puluhan Supercar Senilai Ratusan Miliar Rupiah

Deru mesin V12 yang memekakkan telinga memecah keheningan kawasan elit London. Di tengah jalanan perkotaan yang memiliki batas kecepatan ketat 20 mil per j

London — Polisi Sita Puluhan Supercar Senilai Ratusan Miliar Rupiah

Deru mesin V12 yang memekakkan telinga memecah keheningan kawasan elit London. Di tengah jalanan perkotaan yang memiliki batas kecepatan ketat 20 mil per jam (sekitar 32 km/jam), sebuah Lamborghini berwarna oranye menyala seharga £600.000 (sekitar Rp12,3 miliar) berulang kali menggerungkan mesinnya di depan lampu merah. Pengemudinya sengaja menunggu jalur lengang sebelum memacu kendaraan berkekuatan monster itu. Namun, aksi pamer kecepatan itu berakhir drastis saat kepolisian mencegat dan langsung menyita kendaraan super tersebut di tempat.

Operasi penertiban besar-besaran yang digelar Metropolitan Police (The Met) pada pertengahan Agustus ini berhasil menjaring tak kurang dari 90 unit supercar dengan total nilai fantastis menembus £8 juta (sekitar Rp164 miliar). Angka penyitaan ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan 72 kendaraan. Operasi ini menargetkan berbagai pelanggaran berat, mulai dari mengemudi tanpa asuransi, kepemilikan lisensi yang tidak sah, hingga perilaku mengemudi antisosial yang meresahkan warga lokal.

“Lamborghini seharga £600.000 itu adalah penyitaan pertama dalam operasi kami. Pengemudi berhenti di lampu merah, menggerungkan mesin, menunggu jalanan sepi, lalu tancap gas. Pada kali ketiga dia melakukannya, kami langsung menghentikannya dan menyita kendaraan tersebut,” ujar Inspektur Kepala Khusus Geoff Tatman dari Kepolisian Metropolitan London.

Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Regulasi Baru Beri Taring Bagi Polisi

Dahulu, para aparat kepolisian di London sering kali terikat oleh aturan birokrasi yang hanya mengizinkan mereka memberikan surat teguran tertulis kepada para pengemudi nakal ini. Namun, situasi berubah total setelah pemerintah memperketat penerapan Pasal 59 dari Police Reform Act. Aturan baru ini memberikan kewenangan penuh kepada aparat untuk melakukan penyitaan seketika terhadap kendaraan yang terbukti digunakan secara antisosial atau membahayakan publik.

Salah satu tangkapan paling menyita perhatian dalam razia kali ini adalah sebuah edisi sangat terbatas, Ferrari Monza bernilai £3,4 juta (sekitar Rp69,7 miliar). Yang mengejutkan, pengemudi mobil balap jalanan berspesifikasi tinggi tersebut ternyata hanya mengantongi izin mengemudi sementara (provisional licence) yang belum sah untuk mengendarai kendaraan secara mandiri.

Parameter Operasi Tahun Lalu Tahun Ini
Jumlah Kendaraan Disita 72 Unit 90+ Unit
Estimasi Total Nilai Mobil > £6 Juta > £8 Juta (Rp164 Miliar)
Pelanggaran Dominan Teguran Tertulis / Pelanggaran Izin Penyitaan Langsung (Pasal 59)

Budaya Flexing, Media Sosial, dan Demam Turis Musim Panas

Fenomena maraknya mobil super di pusat kota London tidak terjadi secara kebetulan. Investigasi lapangan menunjukkan adanya pergeseran tren gaya hidup yang didorong oleh budaya pencitraan di media sosial, ekosistem penyewaan mobil mewah, hingga pengaruh maskulinitas toksik di internet. Supercar yang dulunya hanya menjadi mainan eksklusif kaum miliarder usia lanjut, kini kian mudah diakses oleh anak muda melalui skema sewa harian dan pembiayaan kreatif demi konten media sosial.

Selain itu, musim panas di London selalu ditandai dengan kedatangan para pengusaha dan elit kaya asal Timur Tengah. Mereka rela merogoh kocek hingga £25.000 (sekitar Rp512 juta) hanya untuk menerbangkan mobil-mobil mewah berpelat nomor negara Teluk ke Inggris demi menghabiskan liburan musim panas. Sayangnya, kehadiran kendaraan dengan kecepatan puncak melebihi 350 km/jam ini sering kali tidak diimbangi dengan penghormatan terhadap tata tertib lalu lintas lokal.

Puluhan mobil sitaan tersebut kemudian dipajang secara terbuka di kawasan Marble Arch. Pemandangan tak biasa ini justru berubah menjadi sirkus media sosial baru; ratusan penggemar otomotif dan kreator konten memadati lokasi untuk mengambil foto, bahkan salah satu kreator dilaporkan melakukan siaran langsung (live streaming) selama tujuh jam nonstop di depan deretan supercar terlarang tersebut.

Kepolisian London melancarkan tindakan tegas terhadap maraknya pengemudi supercar antisosial. Sebanyak 90 lebih mobil mewah disita dalam sepekan, termasuk Lamborghini dan Ferrari Monza langka seharga Rp69 Miliar. Simak ulasan mendalam mengenai fenomena flexing, hukum lalu lintas baru Inggris, dan pergeseran budaya otomotif ini di artikel terbaru kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User