[LONDON] — Bank Sentral Inggris Didesak Hentikan Subsidi Bank Komersial

Sorotan tajam kini tertuju pada kebijakan moneter Bank of England (BoE) menyusul temuan aliran dana publik sebesar £24 miliar per tahun (sekitar Rp490 tril

[LONDON] — Bank Sentral Inggris Didesak Hentikan Subsidi Bank Komersial

Sorotan tajam kini tertuju pada kebijakan moneter Bank of England (BoE) menyusul temuan aliran dana publik sebesar £24 miliar per tahun (sekitar Rp490 triliun) yang mengalir langsung ke kas bank-bank komersial yang meraup laba besar. Kebijakan pembayaran bunga penuh atas cadangan bank sentral dinilai sebagai bentuk subsidi terselubung yang membebani pembayar pajak di tengah krisis biaya hidup nasional.

Ekonom terkemuka Gerald Holtham melayangkan kritik keras terhadap mekanisme transmisi suku bunga BoE saat ini. Alih-alih mengejar skema pajak keuntungan tak terduga (windfall tax) yang memicu perdebatan politik panjang, pemerintah dinilai cukup mereformasi sistem pembayaran bunga cadangan perbankan untuk memangkas pemborosan anggaran negara secara instan.

Skema Bunga Cadangan Menguras Anggaran Publik

Investigasi atas struktur moneter BoE menunjukkan bahwa bank sentral saat ini menampung deposit cadangan perbankan komersial hingga mencapai estimasi £640 miliar. Masalah krusial bermula ketika BoE membayarkan suku bunga acuan penuh sebesar 3,75% atas keseluruhan nilai cadangan tersebut tanpa batasan batas atas.

"Membayar suku bunga 3,75% atas simpanan cadangan sekitar £640 miliar berarti menyerahkan £24 miliar uang publik setiap tahun kepada korporasi komersial yang sudah sangat menguntungkan," tegas laporan analisis keuangan publik tersebut.

Secara historis, BoE menerapkan langkah tersebut demi menetapkan batas bawah (floor rate) agar tingkat suku bunga pinjaman di pasar tetap terkendali. Namun, skema ini menciptakan anomali fiskal: bank komersial menerima transfer uang negara tanpa risiko pasar, sementara anggaran pelayanan publik dan infrastruktur terus dipangkas ketat.

Opsi Remunerasi Bertingkat Selamatkan Belasan Miliar Pound

Sebagai langkah konkret, para pakar moneter mengusulkan penerapan sistem cadangan berjenjang (tiered reserve system). Pendekatan ini memungkinkan bank sentral hanya membayar bunga pada sebagian kecil simpanan (marginal slice) tanpa merusak efektivitas pengetatan moneter.

  • Penerapan Tranche Khusus: BoE dapat menetapkan batas alokasi simpanan berbunga bagi tiap-tiap institusi perbankan.
  • Prinsip Biaya Peluang: Setiap pengurangan cadangan di bawah batas tersebut langsung diperhitungkan dari porsi berbunga, sehingga bank tetap terikat pada target suku bunga acuan.
  • Efisiensi Anggaran Nyata: Jika porsi berbunga dipatok pada angka 20% dari total cadangan, negara berpotensi menghemat anggaran lebih dari £19 miliar per tahun secara langsung.

Kronologi Meningkatnya Tekanan Reformasi Moneter

  1. Lonjakan Suku Bunga Global: Kenaikan suku bunga acuan pascapandemi melipatgandakan beban pembayaran bunga BoE kepada bank komersial secara eksponensial.
  2. Dorongan Pajak Tambahan: Para politisi dan aktivis mengusulkan pengenaan windfall tax terhadap sektor perbankan menyusul lonjakan laba bersih perbankan swasta.
  3. Tuntutan Penyesuaian Moneter: Kalangan ekonom menyuarakan opsi reformasi teknis perbankan yang jauh lebih efektif dibandingkan regulasi pajak baru yang rawan digugat di pengadilan.

Desakan kini berada di tangan pengambil kebijakan BoE dan Kementerian Keuangan Inggris untuk segera mengevaluasi kerangka operasional cadangan likuiditas sebelum defisit anggaran semakin membengkak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User