BitMEX Digugat £20 Juta, Dituduh Jual Produk Kripto Ilegal di Inggris
LONDON — Bursa kripto BitMEX, yang didirikan oleh miliarder sekaligus donor Partai Reform UK, Ben Delo, menghadapi gugatan senilai £20 juta di pengadilan I
LONDON — Bursa kripto BitMEX, yang didirikan oleh miliarder sekaligus donor Partai Reform UK, Ben Delo, menghadapi gugatan senilai £20 juta di pengadilan Inggris. Gugatan ini diajukan oleh seorang mantan investor yang menuduh perusahaan tersebut menjual produk derivatif kripto secara melawan hukum di wilayah Inggris tanpa izin dari otoritas pengawas keuangan setempat.
Penggugat bernama Lewis Barber, seorang insinyur perangkat lunak, menuding BitMEX menawarkan produk derivatif kripto kepada investor di Inggris meski tidak memiliki otorisasi maupun persetujuan dari Financial Conduct Authority (FCA), lembaga yang berwenang mengatur industri jasa keuangan di negara tersebut. Dalam gugatannya, Barber menegaskan bahwa transaksi yang ia lakukan seharusnya tidak pernah dipasarkan kepadanya karena tidak memenuhi syarat regulasi yang berlaku.
"Saya menginvestasikan dana saya dengan keyakinan bahwa platform ini beroperasi secara sah dan diawasi. Kenyataannya, produk yang ditawarkan tidak pernah disetujui untuk pasar Inggris," ujar Lewis Barber dalam pernyataan resminya.
Praktik Bisnis BitMEX di Bawah Sorotan
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan hukum yang membelit BitMEX. Selama bertahun-tahun, bursa derivatif kripto ini dikenal karena menawarkan kontrak berjangka dengan leverage tinggi yang menarik bagi trader spekulatif. Namun, model bisnis semacam itu kerap dianggap berisiko tinggi bagi investor ritel dan menjadi sasaran pengawasan ketat di berbagai yurisdiksi.
FCA sendiri telah berulang kali memperingatkan bahwa produk derivatif kripto tidak diizinkan dipasarkan kepada konsumen ritel di Inggris karena potensi kerugian yang sangat besar. Jika terbukti melanggar aturan tersebut, BitMEX berpotensi menghadapi sanksi tambahan maupun tuntutan ganti rugi yang lebih besar dari investor lain yang merasa dirugikan.
Pihak BitMEX belum memberikan komentar resmi mengenai gugatan ini. Namun, langkah hukum Barber berpotensi membuka pintu bagi investor lain di Inggris untuk mengajukan klaim serupa, mengingat skala operasi platform tersebut cukup besar di pasar global.
Dampak bagi Donor Politik dan Reputasi Kripto
Nama Ben Delo sebagai pendiri BitMEX sekaligus donor besar Partai Reform UK menjadikan kasus ini semakin sensitif secara politik. Partai Reform UK, yang getol mengkampanyekan deregulasi dan kebebasan pasar, kini berada dalam posisi sulit menjelaskan keterkaitannya dengan pendiri platform yang dituduh melanggar aturan keuangan.
- Nilai gugatan: £20 juta atau sekitar Rp400 miliar.
- Penggugat: Lewis Barber, mantan investor sekaligus insinyur perangkat lunak.
- Pokok tuntutan: Produk derivatif kripto dijual tanpa izin FCA.
- Pihak terkait: Ben Delo, pendiri BitMEX dan donor Partai Reform UK.
- Risiko hukum: Potensi gugatan lanjutan dari investor lain di Inggris.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa industri aset digital masih menghadapi ketidakpastian regulasi yang besar. Bagi investor, kejelasan status pengawasan sebuah platform menjadi faktor krusial sebelum menanamkan dana. Bagi regulator, tekanan untuk menindak tegas pelanggaran lintas yurisdiksi semakin menguat seiring pertumbuhan pesat pasar kripto global.
Comments (0)