Alexander Zverev Taklukkan Ben Shelton dan Rengkuh Gelar Juara US Open 2026

Petenis unggulan asal Jerman, Alexander Zverev, berhasil menuntaskan misi penebusan sejarah di Flushing Meadows setelah menundukkan petenis tuan rumah, Ben

Alexander Zverev Taklukkan Ben Shelton dan Rengkuh Gelar Juara US Open 2026

Petenis unggulan asal Jerman, Alexander Zverev, berhasil menuntaskan misi penebusan sejarah di Flushing Meadows setelah menundukkan petenis tuan rumah, Ben Shelton, dalam partai final tunggal putra turnamen akbar US Open 2026. Melalui pertarungan bertensi tinggi selama empat set di Arthur Ashe Stadium, New York, Zverev mengunci kemenangan dengan skor akhir 6-3, 7-6 (7/2), 5-7, dan 6-2.

Kemenangan impresif ini memastikan Zverev meraih gelar Grand Slam keduanya sepanjang karier profesional. Di sisi lain, hasil ini mengubur ambisi Ben Shelton untuk mengakhiri dahaga panjang publik tenis Amerika Serikat yang belum pernah lagi mencatatkan juara tunggal putra di turnamen Grand Slam sejak era Andy Roddick pada tahun 2003.

Dominasi Taktikal Sejak Awal Laga

Zverev mengawali pertandingan dengan disiplin taktik yang terukur. Mengandalkan akurasi servis pertama yang mencapai lebih dari 75 persen di set pembuka, petenis berpostur 198 sentimeter itu membatasi ruang gerak agresif Shelton. Pukulan backhand menyilang Zverev terbukti menjadi senjata mematikan untuk mematahkan ritme permainan servis keras andalan Shelton.

"Saya telah menunggu momen ini selama bertahun-tahun. Kenangan pahit di final 2020 selalu membayangi, tetapi malam ini saya membuktikan ketangguhan mental saya di panggung terbesar," tegas Alexander Zverev seusai seremoni penyerahan piala.

Kronologi Pertarungan Empat Set

Pertandingan final berlangsung dalam tempo cepat dengan dinamika momentum yang silih berganti:

  1. Set Pertama (6-3): Zverev langsung menekan dan mematahkan servis Shelton di gim keempat. Konsistensi reli dari garis belakang membawa petenis Jerman itu mengamankan set pembuka dalam waktu 38 menit.
  2. Set Kedua (7-6 [7/2]): Shelton memberikan perlawanan sengit lewat variasi servis geledek berkecepatan di atas 225 km/jam. Pertarungan berlanjut ke babak tiebreak, di mana Zverev tampil dingin dan merebut kemenangan telak 7-2 berkat kesalahan sendiri (unforced errors) dari lawannya.
  3. Set Ketiga (5-7): Didukung penuh puluhan ribu penonton tuan rumah, Shelton bangkit. Memanfaatkan penurunan intensitas servis pertama Zverev, petenis muda AS tersebut mengonversi break point krusial di gim ke-12 untuk memperpanjang napas.
  4. Set Keempat (6-2): Menolak terseret ke set penentuan, Zverev merespons dengan mematahkan dua kali servis Shelton secara beruntun. Zverev menutup laga lewat ace penentu pada championship point pertamanya.

Penebusan Memori Kelam dan Kegagalan Tuan Rumah

Bagi Zverev, trofi ini menjadi penutup sempurna dari trauma masa lalunya di Arthur Ashe Stadium, tempat ia menelan kekalahan menyakitkan dari Dominic Thiem pada final 2020 meski sempat unggul dua set. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisinya di jajaran elit petenis dunia era modern.

Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tenis Amerika Serikat. Tekanan publik yang menuntut lahirnya juara lokal baru gagal diwujudkan oleh Shelton, yang harus mengakui kematangan mental dan efisiensi permainan sang juara bertahan asal Eropa tersebut.

Petenis Jerman Alexander Zverev sukses menuntaskan perlawanan Ben Shelton lewat pertarungan 4 set: 6-3, 7-6 (7/2), 5-7, 6-2 di Arthur Ashe Stadium. Kemenangan ini memupus harapan AS mengakhiri puasa gelar sejak 2003. Simak laporan lengkap jalannya pertandingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User